Cara Mengisi SPT Pajak Serta Data-data yang Diperlukan

No Comments

Dalam penjelasan kali ini akan membahas sedikit ulasan tentang cara mengisi SPT pajak dengan mudah untuk SPT pajak tahunan PPh perorangan. Mungkin sebagian dari Anda juga ada yang belum begitu paham tentang siapa saja yang termasuk dalam wajib pajak. Wajib pajak sendiri adalah orang yang dikenai pajak penghasilan atau PPh yang bersifat final. Hal ini berdasarkan pada Peraturan Pemerintah No. 46 pada tahun 2013. Wajib pajak yang bersangkutan tersebut dikenai PPh yang bersifat final dengan jumlah sebesar satu persen dari jumlah peredaran bruto. Hal ini juga didasarka pada PP tahun 2013 nomor 46.

Cara mengisi SPT pajak tahunan PPh perorangan dengan wajib banyak berdasarkan peraturan pemerintah tersebut memiliki perbedaan. Akan tetapi, perbedaannya juga tidak terlalu banyak. Perbedaan tersebut adalah bahwa cara pengisian untuk SPT pajak tahunan PPh perorangan lebih mudah atau sederhana dibandingkan dengan yang biasa pada wajib pajak. Berikut ini akan dijelaskan mengenai apa saja data yang perlu dipersiapkan beserta prosedur mengisi SPT pajak.

Cara Mengisi SPT Pajak: Data-data yang Perlu Dipersiapkan

Sebelum Anda mengetahui lebih lanjut cara mengisi SPT pajak, Anda perlu menyiapkan beberapa data-data berikut ini sebagai syarat kelengkapan. Yang pertama adalah formulir SPT pajak tahunan PPh perorangan tahun terakhir lengkap dalam satu bendel. Formulir ini terdiri atas formulir induk 1770, 1770-1 sampai dengan 1770-IV serta yang berisi daftar peredaran bruto lengkap dengan pembayaran PPh yang bersifat final.

Selain itu, Anda juga perlu menyiapkan rekapitulasi tentang peredaran usaha bruto satu tahun. Bagi Anda yang melaksanakan pembukuan bisa menyiapkan laporan keuangan berisi neraca dan laba rugi. Ada juga dokumen lain yang diperlukan seperti KK, data hutang dan harta akhir tahun, bukti penyetoran pajak, serta bukti potong PPh. Nah, sekarang mari pelajari cara mengisi SPT pajak berikut ini.

Mungkin Anda juga perlu mempelajari tentang SPT pajak online

Cara Mengisi SPT Pajak Tahunan PPh Perorangan

Buat laporan keuangan

Prosedur mengisi SPT pajak yang pertama, buatlah laporan keuangan mengenai usaha yang Anda miliki atau rekapitulasi untuk peredaran usaha bruto dalam jangka waktu satu tahun. Kemudian isi SPT pajak tahunan PPh perorangan yang dimulai dari halaman paling akhir. Halaman ini berisi daftar jumlah dari peredaran bruto pada pembayaran Pajak Penghasilan final.

Mengisi formulir untuk data harta dan hutang

Cara mengisi SPT pajak selanjutnya, Anda silakan mengisi formulir SPT tahunan Pajak penghasilan. Bukalah data harta Anda yang telah dipersiapkan sebelumnya. Akan ada kolom hutang atau kewajiban pada bagian bawah kolom harta. Isilah kolom kewajiban tersebut dengan membuka data hutang milik Anda.

Mengisi bagian C

Cara mengisi SPT pajak berikutnya adalah untuk bagian C. Isilah bagian tersebut berupa daftar tanggungan milik Anda. Langkah berikutnya, Anda harus mengisi formulir SPT pajak tahunan PPh perorangan lampiran 1770-III. Disini Anda akan diminta untuk mengisi data pendapatan final Anda, meliputi hadiah, bunga deposito, penjualan bangunan dan tanah, maupun penghasilan final yang lain.

Mengisi bagian B

Di bagian B, isilah bagian yang sesuai dengan pendapatan yang tidak termasuk dalam kategori objek pajak. Kemudian cara mengisi SPT pajak pada lampiran 1770-II, Anda bisa mengisi kolom yang telah disediakan hanya jika Anda mempunyai bukti potong pihak lain. Bagian ini bertujuan untuk melaporkan pemungutan yang dilakukan pihak lain. Lalu, lanjutkan ke bagian lampiran 1770-I, yaitu khusus untuk wajib pajak dengan pembukuan. Langkah terakhir dalam cara mengisi SPT pajak, silakan mengisi formulir induk pada SPT1770.

Untuk menghindari kesalahan saat mengisi SPT pajak tahunan PPh perorangan seperti yang telah dijelaskan dalam cara mengisi SPT pajak diatas, alangkah baiknya apabila Anda juga tetap melakukan konsultasi dengan petugas di KKP atau Kantor Pelayanan Pajak agar mengisi SPT dengan lebih teliti.

Your Thoughts