Mengetahui Cara Pengajuan SKB (Surat Keterangan Bebas) PPh

No Comments

Setiap wajib pajak (WP) akan dikenai PPH atau Pajak Penghasilan. Akan tetapi ada wajib pajak tertentu yang bisa terbebas dari pajak ini dengan syarat-syarat tertentu. Caranya mudah yaitu dengan mendapatkan SKB (Surat Keterangan Bebas). Ini adalah surat yang menerangkan bahwa si pemilik atau Wajib Pajak terbebas dari PPh. Cara Pengajuan SKB (Surat Keterangan bebas) PPh sering dicari karena masih banyak yang belum mengetahuinya.

Tata Cara Pengajuan SKB (Surat Keterangan Bebas) PPh

Berikut ini adalah tata cara pengajuan SKB (Surat Keterangan Bebas) PPh di Indonesia.

  1. Bagi Wajib Pajak yang ingin mengajukan SKB, langkah pertama yang harus dilakukan yaitu melampirkan fotokopi SPT Tahunan sebelum mengajukan Tahun Pajak.
  2. Menandatangani surat pernyataan yang menerangkan bahwa Wajib Pajak memiliki peredaran bruto usaha yang sesuai dengan ketentuan PPH Final. Di surat tersebut harus memuat lampiran yang terdiri dari jumlah peredaran bruto dari awal hingga bulan sebelum mengajukan SKB.
  3. Langkah selanjutnya adalah memberikan surat pendukung seperti Surat Keterangan Pemenang Leland, SPK (Surat Perintah Kerja) dan surat sejenisnya.
  4. Menandatangani surat permohonan. Jika surat tak bisa ditandatangani langsung, maka bisa diwakilkan dengan surat kuasa. Hal ini sesuai dengan peraturan yang tertuang di Undang-Undang Ketentuan Perpajakan (KUP) pasal 32.

Jika Anda tidak ingin fokus pada bisnis Anda terganggu dan tidak ingin terjadi kesalahan didalam pengajuan tersebut, maka Anda bisa memanfaatkan jasa pengajuan SKB yang terampil dan berpengalaman.

Menunggu Pengajuan SKB (Surat Keterangan Bebas PPh)

Cara pengajuan SKB (Surat Keterangan Bebas) PPh ini tidak langsung jadi karena membutuhkan sedikit waktu. Umumnya surat tersebut akan jadi dalam jangka waktu 5 hari kerja. Hari libur nasional tidak dihitung jadi akan dihitung dari hari pengajuan selama hari kerja. Hal ini berlaku jika persyaratan yang dibawa lengkap. Tak kurang 1 berkas pun. Tak jarang surat permohonan Anda ditolak oleh petugas dengan berbagai alasan.

Jika surat Anda tidak mendapat respon apa-apa, maka kemungkinan besar permohonannya diterima. Masa berlaku dari SKB yaitu hingga masa akhir dari pajak tahunan. Sebagai contoh, jika surat diajukan di Bulan Maret 2016, maka SKB bisa digunakan hingga akhir tahun 2016. Pengajuan SKB (Surat Keterangan Bebas) PPh tidak meliputi semua pajak penghasilan karena hanya berlaku untuk satu jenis PPh.

Cara pengajuan SKB (Surat Keterangan Bebas) PPH tidak rumit. Hanya saja pastikan semua persyaratan yang ada harus benar-benar dilengkapi. Setelah surat tersebut jadi, segeralah fotocopy dan legalisirlah. Simpan baik-baik karena yang biasanya digunakan adalah yang fotocopyannya. Ketika Anda bertransaksi di mana harus dipungut pajak PPh, lampirkan surat ini dan Anda akan terbebas dari pajak penghasilan itu.

Baca juga: Cara mengajukan Restitusi Pajak

Permohonan legalisir pun ada prosedurnya. Caranya yaitu:

  • Syarat mutlak yang harus dipenuhi yaitu bisa memperlihatkan Surat Keterangan Bebas yang asli.
  • Melampirkan bukti penyetoran PPH Final.
  • Melengkapi identitas diri baik bagi Wajib Pajak maupun Pemungut Pajak PPh. Di sini harus disebutkan transaksi yang dilakukan nominalnya berapa.
  • Wajib Pajak wajib menandatangani surat dan apabila diwakilkan maka harus ada surat kuasa khusus.

Pelegalisiran ini biasanya akan jadi dalam sehari dengan syarat berkas-berkas yang dikumpulkan lengkap. Fotokopilah SKB rangkap 3 karena yang satu lembar untuk KPP, satu untuk Anda (Wajib Pajak), dan sisanya untuk pemungut pajak yang telah terdaftar.

Cara pengajuan SKB (Surat Keterangan Bebas) PPh maupun pengajuan legalisir ini terdiri dari langkah-langkah yang mudah. Hanya saja, sebagai Wajib Pajak yang baik harus diingat untuk membawa seluruh berkas yang telah ditentukan. Anda bisa menghubungi konsultan pajak kami untuk mengkonsultasikan hal ini.

Your Thoughts