Pajak Badan Usaha dan Beberapa Jenisnya Yang Perlu Diketahui Oleh Wajib Pajak

No Comments

Pajak badan usaha memiliki cakupan yang luas dan kompleks karena ada banyak hal yang berkecimpung di dalamnya. Jenis pajak yang paling umum adalah penghasilan atau pendapatan. Badan usaha memiliki legalitas dalam arti telah secara resmi berbadan hukum untuk berhak melakukan kegiatan usaha serta berkewajiban membayar pajak kepada negara. Tentu saja masalah perpajakanya juga sangat berbeda dengan pajak perorangan. Untuk lebih jelas mengenai badan usaha dan pajaknya, silahkan baca penjelasan berikut ini.

Pajak Badan Usaha dan Jenisnya

Pajak penghasilan

Sebagaimana yang telah disebutkan, pajak penghasilan adalah pajak badan usaha yang tidak dapat dielakkan dari sebuah kegiatan usaha yang telah resmi atau berbadan hukum. Apapun jenis usaha yang dilakukan, pajak jenis ini akan selalu dikenakan, meskipun jumlahnya beragam. Pajak penghasilan dari sebuah badan usaha memiliki prinsip dasar yang sama dengan penghasilan individu. Perusahaan diwajibkan melaporkan jumlah pendapatan yang diterima dalam satu tahun lalu dihitung laba dan ruginya. Secara umum, pajak dikenakan pada laba yang dihasilkan oleh badan usaha tersebut. Pajak penghasilan merupakan pajak khusus badan usaha.

Pajak barang produksi

Pajak badan usaha juga dikenakan pada barang yang diproduksi. Jika badan usaha memproduksi atau menjual barang yang masuk dalam kategori kena pajak, maka mereka diharuskan membayar pajak kepada pemerintah. Pajak ini dapat pula berbentuk pajak impor jika barang berasal dari luar negeri. Barang-barang mewah merupakan objek pajak yang dikenakan pajak tinggi.

Pajak karyawan

Perusahaan atau badan usaha tidak dapat berjalan tanpa karyawan. Oleh karena itu, salah satu dari pajak badan usaha adalah pajak karyawan. Pembayaran pajak dari karyawan dapat dilakukan secara kolektif yaitu oleh perusahaan secara langsung. Hal ini dilakukan untuk menghindari keterlambatan pembayaran secara individu.

Hal Lain Terkait Pajak Badan Usaha

Tipe badan usaha

Badan usaha memiliki beberapa tipe, seperti perusahaan perseorangan, CV, koperasi, atau perusahaan terbatas. Tipe-tipe tersebut juga mempengaruhi besarnya pajak badan usaha yang harus dibayar. Secara sederhana, badan usaha bertujuan untuk mendapatkan laba sehingga koperasi yang juga bagian dari badan usaha.

Bidang usaha

Hal lain yang sangat erat terkait pajak badan usaha adalah bidang usaha yang dijalankan. Perusahaan pertambangan akan memiliki pajak yang berbeda dengan yang bergerak di bidang retail atau finansial. Selain itu, bidang usaha juga mencakup jasa seperti agen wisata, tiketing, transportasi, dan sebagainya.

Pajak badan usaha juga membedakan antara perusahaan yang bergerak di area hulu dengan hilir. Perusahaan yang mengolah bahan mentah secara langsung dapat dikatakan beroperasi di hulu karena menyediakan bahan olahan yang nanti digunakan perusahaan lain. Pajak ini juga berkaitan dengan barang yang akan diproduksi. Selain itu, distributor juga dikenakan pajak yang berbeda-beda.

Lokasi dan tempat

Selanjutnya adalah lokasi dan tempat. Pajak badan usaha dibayar tidak hanya kepada pemerintah pusat, tetapi juga daerah. Perusahaan juga harus mematuhi peraturan-peraturan daerah yang berlaku di area produksi dan operasinya. Daerah industri merupakan tempat yang cocok untuk produksi barang secara massal. Namun, beberapa perusahaan juga membangun pabrik berskala kecil di daerah-daerah potensial untuk dapat menjangkau konsumen secara langsung.

Kepemilikan

Kepemilikan perusahaan juga terkait dengan tipe, tetapi tidak sedikit berbeda. Perusahaan terbatas dapat dimiliki oleh beberapa pihak seperti publik, perseorangan, dan pemerintah. Pajak badan usaha akan berbeda antara perusahaan milik pemerintah, baik pusat maupun daerah, dengan swasta. Pajak juga mengatur jumlah yang harus dibayar bagi perusahaan asing. Perusahaan yang telah go public akan memiliki pajak yang sedikit lebih tinggi dibanding yang lain.

Your Thoughts