Pajak Perorangan Yang Perlu Anda Ketahui Jenis dan Tarifnya

No Comments

Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia terutama yang menjalani profesi sebagai wiraswasta tentu kurang tahu secara detail mengenai pajak perorangan. Maka tidak heran jika pertanyaan apa itu pajak perorangan kerap terlontar. Nah, untuk menjawab pertanyaan ini, maka ada baiknya jika membahas lebih dahulu soal pengertian pajak secara umum. Merujuk Pasal 1 UU No 28 Tahun 2007. Pajak adalah bentuk pungutan wajib yang harus dibayarkan oleh wajib pajak kepada Negara. Pendapatan dari pajak digunakan oleh pemerintah untuk meningkatkan kemakmuran seluruh rakyat Indonesia. Sifat pajak adalah memaksa maka tiap wajib pajak harus membayar pajak secara rutin.

Jenis Pajak Pribadi yang Wajib Dibayarkan

Pajak perorangan adalah pajak yang dibayarkan oleh wajib pajak individual. Dalam hal ini, wajib pajak wajib membayar pajak secara rutin dalam tempo tertentu. Terdapat tiga jenis pajak pribadi yang harus dibayarkan oleh wajib pajak.

Pajak perorangan Bumi dan Bangunan

Jenis pajak perorangan pertama adalah pajak bumi dan bangunan yang dikenakan terhadap berbagai macam bentuk penggunaan lahan dan bangunan untuk kepentingan pribadi ataupun perusahaan. Pajak bumi dan bangunan hanya tidak dikenakan pada lahan atau bangunan yang digunakan atas dasar kepentingan social seperti sekolah, tempat ibadah, hutan dan makam.

Jika Anda pernah membayar PBB, tentu Anda tahun bahwa PBB harus dibayarkan tidak lebih dari enam bulan setelah SPPT diterima oleh pemilik tanah dan bangunan tersebut. Besaran pajak yang harus dibayar bervariasi dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah luas lahan atau bangunan, dan nilai jual objek pajak atau NJOP. Semakin besar NJOP maka besaran pajak perorangan yang harus dibayarkan juga akan semakin besar.

Pajak perorangan Penghasilan

Pajak penghasilan merupakan jenis pajak perorangan yang kedua. Untuk menghitung besaran pajak ini maka dibutuhkan cara yang lebih panjang. Pajak penghasilan atau Pph dapat dikenakan pada badan usaha dan perorangan. Waktu penyerahan pajak ini adalah satu tahun.

Pph berlaku untuk semua subjek pajak termasuk subjek pajak yang berada di luar negeri dalam berbagai bentuk. Sehingga, meskipun Anda berusaha untuk mengurangi besaran pajak perorangan Pph dengan menyimpan sebagian dana di luar negeri, hal itu tidak akan berhasil. Terdapat banyak jenis turunan pajak yang berada di bawah Pph diantaranya adalah royalty, honorarium, komisi, gaji, dividen, pembayaran asuransi dan juga saham.

Namun, terdapat juga subjek pajak perorangan yang tidak dikenai Pph. Secara khusus, pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan No 137/ PMK 93 Tahun 2005 mengatur ketentuan mendetail soal hal tersebut. Ada baiknya Anda mencermati peraturan tersebut untuk mengetahui apakah Anda mempunyai subjek pajak aktif yang harus ikut membayar Pph.

Pajak perorangan Pertambahan Nilai

Jenis pajak perorangan yang ketiga adalah PPN atau Pajak Pertambahan Nilai. Jenis pajak ini ditetapkan pada jasa atau produk yang ditawarkan oleh penjual kepada pembeli. Impor dan ekspor juga masuk ke dalam PPN. Kelompok barang dan jasa  yang dikenai PPN diantaranya adalah barang kebutuhan pokok, jasa bidang medis, jasa perhotelan, pajak hiburan atau tontonan, jasa bidang perangko dan pengiriman surat, jasa transportasi umum, barang hasil pertambahan langsung dari sumber, makanan di restoran, kafe dan hotel. PPN dikenakan pada customer yang menggunakan jasa atau membeli barang yang bersangkutan. Besaran PPN yang dikenakan juga bervariasi tergantung jenis usahanya. Misalnya besaran PPN untuk barang ekspor berkisar dari 5% hingga 15% sedangkan untuk minuman beralkohol sebesar 40% dan kapal pesiar serta batu mulia sebesar 75%.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai besaran pajak perorangan yang harus Anda bayar sebagai wajib pajak, maka berkonsultasilah dengan pegawai kantor pajak terdekat.

Your Thoughts