Menghitung Seberapa Besar Penerimaan Pajak 2017 Lalu

No Comments

Mengingat pentingnya pajak untuk kemajuan perekonomian bangsa, maka penerimaan pajak dari tahun ke tahun juga harus terus tumbuh. Dalam hal ini sangat dibutuhkan adanya kesadaran masyarakat dalam membayar pajak. Bahkan untuk mempermudah masyarakat, pemerintah menyediakan fasilitas lapor pajak online yang sangat mudah kita lakukan.

Lantas seberapa besar penerimaan pajak di tahun 2017 yang lalu? Apakah sudah mencapai peningkatan hasil yang kita harapkan bersama? Mari kita bahas bersama.

Naik Turunya Penerimaan Pajak 2017

Penerimaan pajak sepanjang tahun 2017 kemarin telah mencapai Rp 1.151,10 triliun. Pencapaian tersebut tercatat 89,68 % dari target APBNP atau Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara Perubahan tahun 2017 yang sebesar Rp 1.283,57 triliun.

Dirjen Pajak Kementerian Keuangan Robert Pakpahan menuturkan bahwa realisasi penerimaan pajak sepanjang 1 Januari sampai 31 Desember 2017, tumbuh sebesar 4,08 % jika kita bandingkan dengan penerimaan pajak ditahun 2016 sebelumnya. Tahun 2016, realisasi penerimaan pajak mencapai Rp 1.105,97 triliun.

“Kalau dilihat Rp 1.151 triliun, tahun lalu realisasi Rp 1.105,97 triliun sehingga ada pertumbuhan 4,08 persen,” kata Robert Pakpahan di Kantor Pusat Dirjen Pajak (DJP) Jakarta, pada 5 Januari 2017.

Sementara itu untuk kategori pajak, PPh nonmigas telah tercatat sebesar Rp 596,89 triliun. Ternyata realisasi tersebut mengalami penurunan jika dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp 630,11 triliun. Robert Pakpahan mengatakan bahwa pertumbuhan tersebut memang menurun, mengingat adanya unsur tax amnesty di tahun 2016 silam.

“Rp 630 triliun ada komponen sifatnya one time yaitu pengampunan pajak sekitar Rp 103 triliun untuk 2016 dan ada juga beberapa komponnen PPh final revaluasi,” jelasnya.

Baik PPN maupun PPnBM sudah menyumbang penerimaan sebesar Rp 480,73 triliun. Angka tersebut menunjukan pertumbuhan sebesar 16,62 %.

Sementara itu, PBB dan pajak lainnya tercatat adanya penurunan pertumbuhan. PBB hanya menyumbang kontribusi Rp 16,77 triliun atau turun 13,74 % jika dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan, pajak lainnya berkontribusi sebesar Rp 6,75 triliun atau tumbuh minus Rp 16,78 triliun.

PPh migas ikut menambal penerimaan pajak sebesar Rp 49,96 triliun. Angka tersebut tumbuh 38,40 %. “Secara total tumbuhnya 4,08 persen. Kalau kita keluarkan pendapatan tidak berulang (tax amnesty dan lain-lain) tumbuh 15,85 persen” tukas Robert Pakpahan.

Dengan mengetahui seberapa besar penerimaan pajak pemerintah Republik Indonesia, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak.

Sumber: liputan6.com

Your Thoughts