Pengertian Pajak Sebagai Sumber Semua Pembangunan

No Comments

Setiap negara pasti memberlakukan sistem pajak. Lantas, apa pengertian pajak itu sendiri? Pajak merupakan pungutan wajib berupa uang yang dibayar oleh rakyat untuk negara. Uang tersebut nantinya akan dipakai untuk kepentingan masyarakat umum dan pemerintah. Rakyat yang diwajibkan untuk membayar pajak tidak akan merasakan keuntungan atau manfaat apapun secara personal.

Karena pajak adalah uang yang akan dipakai untuk kepentingan umum bukanlah kepentingan personal. Dengan kata lain, pajak adalah salah satu sumber uang atau dana pemerintah untuk melakukan semua pembangunan, baik dalam pemerintah pusat ataupun pemerintah daerah. Adanya pemungutan pajak ini tercantum di dalam undang-undang.

Pengertian pajak menurut undang-undang KUP No. 28 tahun 2007 pada pasal 1 dan ayat 1, pajak merupakan kontribusi wajib yang diberikan kepada negara yang mana terutama oleh pribadi/personal yang sifatnya memaksa didasarkan atas undang-undang tapi tidak memperoleh imbalan apapun secara langsung yang kemudian akan dipakai untuk keperluan dan kepentingan negara bagi sebesar-besarnya kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Indonesia.

Pengertian Pajak dan Ciri-cirinya

Setelah memahami makna dari pajak, lalu apa ciri-ciri dari pajak itu sendiri? Jika dilihat berdasarkan pengertiannya, pajak memiliki ciri-ciri sebagai berikut ini.

Pajak bersifat memaksa

Setiap warga negara yang secara subjektif maupun objektif sudah memenuhi syarat, diharuskan atau diwajibkan untuk melakukan pembayaran pajak. Di dalam undang-undang tentang pengertian pajak tertera jelas bahwa jika ada seseorang atau badan yang tidak membayarkan pajak sebagaimana seharusnya, maka akan diberikan ancaman sanksi administratif. Bahkan adalah pula yang akan dihukum secara pidana tergantung dari setor wajib pajak seperti apa yang dilanggar.

Pajak adalah kontribusi wajib bagi setiap warga negara

Warga negara yang telah memenuhi syarat sebagai seorang wajib pajak akan memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan negara. Hal ini tentu terlihat dari pengertian pajak itu sendiri, dimana setiap orang mempunyai kewajiban untuk melakukan pembayaran pajak. Warga negara yang berkewajiban untuk membayar pajak pada negara adalah yang memiliki penghasilan lebih dari Rp 2.050.000 setiap bulannya. Jika gajinya dibawah itu, maka warga negara tersebut tidak wajib untuk membayar pajak atau disebut juga dengan istilah Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Tapi jika warna negara tersebut adalah seorang wirausaha, maka pajak yang harus dibayarkan adalah 1% dari penghasilan kotor atau bruto total secara keseluruhan. Ketetapan ini tertuang dalam PP 46 tahun 2013.

Dilandaskan atas Undang-undang

Pengertian pajak dan ciri-cirinya terlihat jelas dalam Undang-undang Negara Indonesia. Artinya, semua hal yang berkaitan dengan pajak mulai dari pengertian, ketentuan warga negara wajib pajak, mekanisme perhitungan, pelaporan dan pembayaran pajak semua dijelaskan dalam peraturan perundang-undangan. Sehingga warga negara akan dipaksa secara hukum untuk mengikuti ketentuan yang telah dibuat. Untuk itu wajib pajak penting sekali membuat perencanaan pajak untuk menghindari beban yang memberatkan dan mengoptimalkan laba perusahaan.

Warga Negara tidak akan mendapat imbalan

Masih banyak orang yang mengira bahwa pengertian pajak adalah retribusi yang setiap melakukan pembayaran akan menerima imbalan atau manfaatnya secara langsung. Meskipun serupa, antara pajak dan retribusi berbeda. Retribusi adalah ketika Anda membayar akan merasakan manfaatnya secara langsung, misal membayar parkir. Tapi membayar pajak, Anda akan merasakan manfaatnya ketika ada perbaikan jalan raya di berbagai daerah, fasilitas kesehatan gratis dan lain sebagainya.

Pengertian Pajak dan Jenis-jenisnya

Setelah memahami pengertian pajak dan ciri-cirinya, berikut ini adalah jenis-jenis pajak yang perlu Anda ketahui.

  1. Jenis pajak yang berdasarkan sifat dibagi menjadi dua, yakni pajak langsung dan pajak tidak langsung.
  2. Pengertian pajak dan jenisnya berdasarkan instansi pemungut ada dua, yakni pajak negara dan pajak daerah.
  3. Jenis pajak berdasarkan warga negara yang berkewajiban ada dua yakni, pajak subjektif dan pajak objektif.

Demikianlah ulasan mengenai pengertian pajak, ciri-ciri dan jenis-jenisnya. Semoga bermanfaat untuk Anda.

Your Thoughts