Perencanaan Pajak Sangat Penting Untuk Mengoptimalkan Laba

No Comments

Beberapa pemilik usaha terkadang merasakan bahwa beban pajak yang ditanggungnya terlalu besar. Tidak hanya itu saja, mereka merasa bahwa keuntungan yang didapat mulai berkurang karena harus dipotong dengan pajak. Di sinilah letak dari pentingnya manajemen pajak atau perencanaan pajak. Manajemen pajak secara umum dapat didefinisikan sebagai proses memenuhi kewajiban sebagai wajib pajak, namun jumlah pajak yang dilaporkan ditekan hingga batas legal untuk memperoleh keuntungan lebih besar dari praktek usaha yang dijalankan.

Tujuan dari Perencanaan Pajak

Menjalakan kewajiban

Berdasarkan dari pengertian manajemen pajak, maka memenuhi kewajiban pajak merupakan tujuan utama dari perencanaan pajak. Perlu diingat bahwa sebagai wajib pajak, kita memiliki kewajiban untuk melaporkan dan membayarkan pajak. Kewajiban ini tertuang dalam peraturan yang dikeluarkan oleh Direktorat Jendral Pajak. Tidak taat pada peraturan tersebut merupakan tindakan yang melawan hukum dan akan diadakan pemeriksaan pajak oleh petugas perpajakan. Sangsi yang tegas diterapkan bagi pelanggar hukum yang tidak mau memenuhi kewajibannya sebagai wajib pajak.

Mengoptimalkan laba

Tujuan dari perencanaan pajak yang kedua adalah untuk menekan pajak terutang serta mengoptimalkan laba usaha. Dengan perencanaan pajak yang tepat, maka sangat memungkinkan untuk menekan pajak terutang tanpa harus melawan peraturan perpajakan apapun. Sistem perpajakan di Indonesia sudah menjelaskan secara spesifik tentang perhitungan jumlah pajak terutang yang harus dibayarkan oleh wajib pajak. Dengan memahami peraturan tersebut, maka wajib pajak dapat meminimalkan jumlah pajak terutang. Dengan demikian, laba usaha menjadi lebih banyak.

Agar hasil lebih maksimal dan untuk menghindari kesalahan Anda bisa menggunakan jasa perencanaan perpajakan profesional yang kami berikan.

Proses Perencanaan Pajak

Proses perencanaan pajak tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Hal ini dimaksudkan agar perhitungan pajak terutang sesuai dengan peraturan yang berlaku. Lebih penting lagi, perhitungan tersebut harus dapat mengurangi penyusutan laba semaksimal mungkin. Berikut ini adalah tahapan penting dalam manajemen pajak.

Memahami peraturan pajak

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Direktorat Jendral Pajak telah mengatur sistem perhitungan pajak secara terperinci. Untuk dapat menekan jumlah pajak terutang, maka mengetahui sistem perhitungan pajak tersebut merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Dengan demikian, wajib pajak dapat mengetahui bagaimana cara melakukan perencanaan pajak tanpa harus melakukan pelanggaran hukum.

Membuat model pajak

Membuat model pembayaran pajak merupakan langkah selanjutnya dalam perencanaan pajak. Sebelum model pajak ini dapat diimplementasikan, sangatlah penting untuk melakukan pengecekan ulang apakah perhitungan dalam model tersebut tidak melanggar peraturan yang ditetapkan oleh Direktorat Jendral Pajak. Selain itu, model pajak yang telah dibuat ini juga harus memiliki pajak jumlah terutang yang seminimal mungkin.

Mengevaluasi pelaporan pajak

Setelah model pajak yang telah dibuat pada langkah perencanaan pajak sebelumnya dijalankan, maka tahap selanjutnya adalah menganalisa apakah model tersebut sudah efektif. Hal ini dapat dilakukan dengan cara melihat laba perusahaan apabila model pajak dijalankan dan tidak dijalankan. Apabila laba perusahaan masih kecil meskipun model pajak sudah dijalankan, ini berarti bahwa model pajak yang digunakan masih memiliki kelemahan.

Memperbaiki model pajak

Tahap terakhir dalam perencanaan pajak adalah dengan menganalisa model pajak yang digunakan. Kelemahan yang dimiliki oleh model pajak tersebut harus segera ditemukan cara mengatasinya. Proses perbaikan ini harus tetap mempertimbangkan peraturan perpajakan yang berlaku. Dengan demikian, tujuan manajemen pajak dapat tercapai dengan maksimal.

Sebagai pemilik badan usaha, tentunya wajib pajak menginginkan laba yang diperoleh berada pada jumlah yang tinggi. Laba perusahaan yang bersih dihitung dengan cara mengurangi laba kotor dengan berbagai faktor, termasuk pajak. Menggunakan perencanaan pajak yang efektif dapat menekan faktor pengurang laba tersebut secara signifikan.

Your Thoughts