Seberapa Besar Kepatuhan Para Wajib Pajak Dalam Pelaporan SPT

No Comments

Setiap pengusaha pasti akan memiliki kewajiban dalam urusan perpajakan. Pelaporan SPT merupakan salah satu kewajiban yang mutlak dilakukan oleh setiap wajib pajak. Tentu saja Anda akan merasa bangga menjadi warga negara yang sadar akan pajak. Karena pajak menjadi salah satu faktor paling penting dalam kemajuan perekonomian bangsa.

Namun seberapa besarkah kepatuhan masyarakat yang sudah benar-benar tertib atas kewajibanya dalam urusan pelaporan SPT?

Dari 34 Juta Wajib Pajak, Ternyata Hanya 12, 5 Juta Orang Orang Lapor SPT

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan RI menyatakan, masih banyak wajib pajak yang belum taat atas kewajiban pajaknya. Masalah ini bisa dilihat dengan jelas dari rasio kepatuhan masyarakat.

Menurut apa yang disampaikan Dirjen Pajak Robert Pakpahan, sampai akhir 2017 lalu rasio kepatuhan masyarakat terhadap pajak baru mencapai 72, 60%. Rasio kepatuhan tersebut dihitung dari hasil pelaporan SPT Tahunan.

Di Kantor Ditjen Pajak Pusat, Jakarta, Jumat (5/1/2018), Robert  mengatakan “Target rasio kepatuhan di tahun 2017 adalah 75%, sedangkan realisasi yang masuk 72, 60%”.

Robert Pakpahan menyebutkan, dari total 36 juta wajib pajak yang harus melaporkan SPT, tercatat hanya sebesar 12.501.362 laporan atau hanya 72, 60% wajib pajak yang sudah melaporkan SPT. Angka tersebut menurun jika kita bandingkan dengan periode tahun sebelumnya yang bisa mencapai 12.735.463 laporan.

Menurunnya jumlah laporan SPT dari wajib pajak bisa dikarenakan pemerintah sudah meningkatkan batasan Penghasilan Tidak Kena Pajak, yang sebelumnya Rp 34 juta per tahun sekarang turun menjadi Rp 54 juta per tahun.

Namun demikian, Robert Pakpahan juga mengungkapkan, realisasi rasio kepatuhan sebesar 72, 60% jika dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya sudah mengalami peningkatan. Di mana, sejak tahun 2014 hanya mencapai 59,12%, tahun 2015 mencapai 60,42%, sedangkan pada tahun 2016 mencapai 63,15%.

Kamipun juga berharap agar rasio kepatuhan di tahun 2018 dan tahun-tahun berikutnya dapat terus meningkat.

Sumber: finance.detik.com

Your Thoughts