Prosedur Pengajuan Surat Keterangan Bebas Pajak

No Comments

Surat Keterangan Bebas Pajak atau yang disingkat dengan SKB merupakan dokumen untuk para wajib pajak dengan tujuan agar penghasilannya tidak dipotong oleh pemotong pajak. Surat keterangan ini diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pajak, tepatnya oleh KPP atau Kantor Pelayanan Pajak. Dengan menunjukkan Surat Keterangan Bebas Pajak tersebut, pemungut atau pemotong PPh dan PPN tidak akan lagi melakukan pemotongan kepada yang bersangkutan. Wajib pajak yang bersangkutan tidak lagi dipotong pendapatannya sehingga ia memiliki tambahan modal untuk usaha dan lain-lain sebagai salah satu kegunaan SKB.

Ada beberapa jenis pajak yang bisa diberikan Surat Keterangan Bebas Pajak ini. Untuk jenis PPh, SKB diberikan kepada PPh final untuk pengalihan hak atas bangunan dan/ tanah; PPh final untuk tabungan, bunga deposito, serta diskonto pada Sertifikat Bank Indonesia; serta PPh final penghasilan wajib pajak dengan peredaran pendapatan kotor atau bruto tertentu. Untuk jenis PPN, SKB diberikan kepada PPN atas kitab suci, buku pelajaran umum, dan buku pelajaran agama; dan PPN perwakilan Negara Asing dan Badan Internasional beserta pejabatnya. Selain itu, SKB juga diberikan kepada wajib pajak yang sedang dalam keadaan mengalami kerugian fiskal; JKP dan BKP tertentu yang dibebaskan dari PPN; dan PPnBM untuk kendaraan bermotor.

Meskipun Anda bisa menggunakan Jasa Pengajuan SKB yang juga kami sediakan, namun alangkah baiknya jika Anda juga mengerti bagaimana prosedur pengajuanya.

Syarat Mendapatkan Surat Keterangan Bebas Pajak Melalui Permohonan Tertulis

Surat Pemberitahuan

Syarat yang pertama untuk mendapatkan Surat Keterangan Bebas Pajak yang dilakukan melalui permohonan tertulis adalah bahwa wajib pajak sudah menyampaikan SPT atau surat pemberitahuan tahunan untuk pajak penghasilan dengan tahun pajak sebelum diajukkan permohonan. Hal ini diperuntukkan bagi wajib pajak terdaftar di tahun pajak sebelum diajukkannya SKB.

Surat pernyataan

Syarat yang kedua untuk memperoleh Surat Keterangan Bebas Pajak adalah menyerahkan semacam surat pernyataan dengan ditandatangani oleh wajib pajak. Isi surat pernyataan tersebut menyatakan mengenai peredaran bruto yang diperoleh dari usaha merupakan peredaran bruto dalam kriteria dikenai PPh final. Surat pernyataan juga disertai dengan jumlah per bulan dari peredaran bruto yang dilampirkan. Syarat ini diperuntukkan bagi wajib pajak terdaftar di tahun pajak saat mengajukan SKB.

Dokumen pendukung

Wajib pajak menyerahkan dokumen yang mendukung untuk mendapatkan Surat Keterangan Bebas Pajak tersebut. Beberapa dokumen pendukung yang dimaksud dalam transaksi ini antara lain SK Pemenang Lelang yang diperoleh dari lembaga pemerintah, Surat Perintah Kerja, maupun dokumen pendukung lainnya yang semacam ini.

Tanda tangan

Syarat selanjutnya agar wajib pajak mendapatkan Surat Keterangan Bebas Pajak adalah bahwa permohonan tertulis yang diajukan harus ditandatangani oleh orang atau wajib pajak yang bersangkutan. Apabila permohonan tertulis yang diajukan tidak memiliki tanda tangan wajib pajak, maka wajib dilampiri Surat Kuasa.

Syarat Pengajuan Permohonan Legalisasi Fotokopi Surat Keterangan Bebas Pajak

Berikutnya adalah mengenai syarat pengajuan permohonan Surat Keterangan Bebas Pajak perorangan secara tertulis yang ditujukan kepada KPP atau Kantor Pelayanan Pajak. Langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut:

Fotokopi SKB serta bukti penyetoran PPh

Wajib pajak harus menunjukkan Surat Keterangan Bebas Pajak serta fotokopi SKB tersebut sebanyak tiga lembar. Setelah itu, wajib pajak memberikan bukti penyetoran PPh atau Pajak Penghasilan final. Bukti penyetoran PPh final ini dilakukan dalam setiap transaksi dengan pemotong pajak berupa lembar ketiga dari SSP tervalidasi. Hal ini tidak berlaku untuk transaksi pemungutan PPh atas pembelian BBM, pelumas, dan bahan bakar gas; impor; pembelian kendaraan motor di dalam negeri;  dan pembelian dari hasil produksi pada industri semen, kertas, baja, farmasi, dan otomotif.

Identitas pemotong pajak

Wajib pajak mengisi bagian identitas pemotong PPh lengkap dengan nilai transaksi di kolom yang ada dalam SKB.

Tandatangan

Syarat terakhir untuk memperoleh Surat Keterangan Bebas Pajak adalah tandatangan wajib pajak dalam permohonan yang diajukan.

Your Thoughts