Tidak Perlu Takut Diganggu Saat Lapor Pajak

No Comments

Lapor pajak merupakan tindakan yang sangat bagus untuk dilakukan. Tindakan ini dapat memperlancar pembangunan dan meningkatkan perekonomian bangsa. Tentu saja sebagai pengusaha yang sadar akan pajak akan merasa bangga bisa ikut serta dalam pembangunan bangsa.

Namun terkadang saat ingin lapor pajak, para wajib pajak merasa takut diganggu oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Lalu tindakan apa yang harus kita lakukan jika menemukan adanya pelayanan menyimpang dari petugas Kementerian Keuangan?

Pernyataan Tegas dari Sri Mulyani Jika Diganggu Saat Lapor Pajak

Sri Mulyani Indrawati menghimbau kepada semua kalangan pengusaha agar tidak perlu segan untuk melapor kepada dirinya jika merasa mendapat pelayanan menyimpang dari petugas Kementerian Keuangan. Pernyataan tegas Sri Mulyani tersebut terkait dengan layanan Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak maupun Ditjen Bea dan Cukai (DJBC).

Dalam dialog perkembangan makro fiskal 2017 dan langkah-langkah kebijakan makro fiskal 2018, menteri keuangan Sri Mulyani menegaskan: “Sekarang saya sapu seluruh sektor produksi untuk bisa ekspansi. Saya minta Pak Heru (Dirjen Bea Cukai), Pak Robert (Dirjen Pajak) untuk layani masyarakat, dunia usaha dengan baik ya, kalau yang besar kalau diganggu telepon saya ya.”

Dialog yang diselenggarakan di Gedung Djuanda I, Kementerian Keuangan Jakarta, pada hari Senin (8/1/2018) tersebut dilakukan bersama dengan pengamat ekonomi, pengusaha, dan juga para pimpinan media

Terkait dengan tersedianya fasilitas fiskal, pemerintah akan terus melakukan pembenahan. Tujuannya untuk melindungi momentum investasi. Di mana, pada kuartal ketiga 2017 dengan peningkatan ekonomi mencapai 5,06%, investasi berhasil naik menembus level 7,1%. Hasil seperti ini juga diharapkan dapat terus berlanjut pada tahun 2018.

Menteri keuangan Sri Mulyani juga berjanji tidak akan berburu di kebun binatang dalam rangka merealisasikan perolehan pajak hingga sebesar Rp 1.618,1 triliun, yang berasal dari bea cukai sebesar Rp 194,1 triliun, dan pajak sebesar Rp 1.424,0 triliun.

“Jelas tidak akan berburu di kebun binatang. Seperti masukan yang kita terima hari ini, kita akan selalu open. UU APBN sudah ditetapkan oleh dewan bersama pemerintah. Jadi kita akan lakukan. Namun, seperti yang kita dengarkan semua tadi dari pelaku, kita lihat saja suasananya nanti” terang Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia.

Sri Mulyani juga menambahkan, memang benar ada sektor memiliki pertumbuhan yang cukup tinggi, namun di sisi lain Kementerian Keuangan akan tetap melihat secara keseluruhan dengan lebih berhati-hati.

“Kita akan tetap lihat petanya dalam tax base kita memang bisa ada kemampuan, ada sektor yang memang struggle karena commodity drop waktu itu dan mulai recover, jadi kita tidak akan one size fix all. Kita akan lihat semuanya, tapi secara hati-hati ingin disampaikan bahwa penerimaan perpajakan dan target dari belanja akan dibuat demikian sehingga APBN bisa jadi pendorong ekonomi, bukan jadi penghalang,” kata menteri keuangan Sri Mulyani.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat dan dapat meningkatkan kesadaran pajak terhadap para pengusaha.

Your Thoughts