Tujuan Pemeriksaan Pajak yang Masih Berlaku dan Harus Diketahui

No Comments

Setiap negara memiliki peraturan tersendiri di bidang pajak termasuk Indonesia. Sistem yang kini berlaku adalah pelaporan mandiri yaitu wajib pajak mengisi data dan secara otomatis menentukan berapa pajak yang harus dibayar. Secara umum, tidak ada petugas lapangan yang melakukan pemeriksaan langsung terhadap wajib dan objek pajak. Pemerintah telah menetapkan tujuan pemeriksaan pajak yang kini masih berlaku. Untuk lebih jelas, simak ulasan selanjutnya.

Tujuan Pemeriksaan Pajak Berdasarkan Peraturan yang Berlaku

Menguji kepatuhan wajib pajak

Tujuan utama pemeriksaan pajak adalah menguji kepatuhan wajib pajak. Pada masa lalu, petugas pajak turun ke lapangan dengan mengecek langsung wajib pajak sehingga pemeriksaan merupakan sebuah kewajiban. Namun, hal tersebut sudah tidak dilakukan lagi karena telah menganut sistem kemandirian.

Tujuan pemeriksaan pajak lebih kepada mengecek apakah wajib pajak melaporkan data secara benar atau tidak. Wajib pajak dalam hal ini yaitu individu, organisasi, dan badan usaha. Secara umum, pajak penghasilan adalah pajak yang harus dilaporkan ketersediaan datanya setiap tahun. Perusahaan atau badan usaha diwajibkan mengisi form yang menerangkan jumlah pendapatan, laba, dan rugi yang diterima sebelum dikenakan pajak.

Verifikasi kebenaran data

Verifikasi data masih terkait dengan tujuan pemeriksaan pajak. Proses verifikasi dilakukan oleh petugas dari dirjen pajak dengan beberapa cara. Petugas akan turun ke lapangan jika hasil data yang dilaporkan memiliki kejanggalan. Wajib pajak memiliki kewajiban untuk melampirkan dokumen dan data yang diminta. Jika wajib pajak menolak verifikasi, maka petugas memiliki kewenangan secara hukum melakukan penyegelan atau bentuk penangguhan lain sesuai peraturan yang berlaku. Hal ini termasuk bagian dari tujuan pemeriksaan pajak.

Tujuan Pemeriksaan Pajak untuk Hal-Hal Tertentu

Syarat kenaikan pangkat

Peraturan hanya menerangkan secara implisit terkait tujuan pemeriksaan pajak. Tujuan lain adalah hal-hal yang memerlukan ketersediaan dokumen pajak. Sebagai contoh, dokumen pajak diperlukan untuk keperluan kenaikan pangkat pejabat publik dan pemerintah. Seperti yang telah diketahui, dokumen pajak menunjukkan jumlah penghasilan dan harta kekayaan yang dimiliki. Pejabat publik memiliki kewajiban untuk melaporkannya setiap tahun. Tujuan pemeriksaan pajak ini juga membuktikan kepatuhan mereka pada peraturan pajak.

Bukti di persidangan

Kasus-kasus perdata sering menggunakan dokumen pajak sebagai alat bukti. Ini termasuk bagian dari tujuan pemeriksaan pajak. Contoh kasus perdata adalah hutang piutang, sengketa lahan, atau permasalahan badan usaha. Hutang piutang secara langsung atau tidak akan terkait dengan pajak jika jumlah yang harus atau tertangguh melebihi batas minimal. Hutang piutang dapat terjadi pada perseorangan atau badan hukum, seperti perusahaan.

Tujuan pemeriksaan pajak yang masih dalam kategori ini adalah permasalahan laba dan rugi. Perusahaan dapat mengajukan pailit atau kerugian dengan melampirkan dokumen pajak. Hal ini merupakan kewajiban yang harus dipenuhi. Pengadilan akan memutuskan apakah perusahaan tersebut dinyatakan pailit atau ditolak kasusnya.

Data pihak eksternal

Data terkait pajak juga dibutuhkan oleh pihak eksternal. Wajib pajak yang bekerja di luar negeri diharuskan melampirkan form terkait jumlah penghasilan yang diterima. Ia akan menerima dua kali penarikan pajak yaitu dari negara tempatnya bekerja dan negara asal. Namun, ia berhak mengajukan pengurangan atau insentif terhadap pajak dikenakan di negara tempat bekerja dengan melampirkan dokumen pajak dari negara asal. Kelengkapan dokumen sangat penting untuk legalitas dan keputusan akhir penentuan jumlah pajak yang akan dikenakan kepada wajib pajak.

Pihak eskternal lain juga termasuk pihak asuransi. Meskipun bukan dokumen wajib, pajak juga mencerminkan jumlah penghasilan dari pemilik polis. Oleh karena itu, tujuan pemeriksaan pajak tidak hanya untuk pihak internal, tetapi juga eksternal.

Kadang kala wajib pajak juga membutuhkan jasa pendampingan pemeriksaan pajak karena ketidak siapanya dalam menghadapi pemeriksaan.

Demikian artikel dari kami tentang tujuan pemeriksaan pajak, semoga artikel ini bisa memberikan manfaat dan meningkatkan kepatuhah para wajib pajak.

Your Thoughts